KBIHU : Keuangan Calon Jemaah Haji Tetap Aman dan Terjaga

  • Bagikan

Pangandaran (SS) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Nana Supriatna mengatakan bahwa salah satu tantangan guru madrasah di era digital adalah membangun gerakan gemar membaca buku pada anak didik. Hal ini disampaikan saat menutup Diklat Teknis Subtantif Angkatan V Manajemen Administrasi Keperpustakaan yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung di MTsN 1 Pangandaran, Sabtu (05/06).

“Tantangan kita saat ini adalah membangun gemar membaca pada anak didik, metodenya seperti apa agar menggerakkan anak-anak suka membaca buku,” ujarnya.

Nana mengatakan bahwa di era digital saat ini, anak-anak lebih suka membaca media sosial, lebih dekat dengan layar gawai yang dimiliki ketimbang buku.Oleh karenanya, ia berharap para peserta Diklat Manajemen Administrasi Keperpustakaan yang juga berprofesi sebagai guru madrasah diharapkan mampu menumbuhkan gerakan gemar membaca buku pada anak-anak didiknya.

Selain itu, ia juga berharap perpustakaan yang akan dikembangkan di madrasah nantinya dapat menerapkan digital library, sejalan dengan salah satu program prioritas Kemenag yakni transformasi digital.

Kepada para peserta diklat, ia juga berpesan agar pustakawan hendaknya telah membaca dan memahami buku-buku yang telah diterbitkan baik sebelum tahun berjalan maupun buku-buku baru.

“Jangan sampai ketika ada yang bertanya mengenai buku baru, pustakawan tidak tahu,” pungkasnya.

Diklat Teknis Subtantif Manajemen Administrasi Keperpustakaan angkatan V diikuti sebanyak 30 (tiga puluh) guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran selama 6 hari dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menjaga jarak antar peserta diklat.

banner 120x600
  • Bagikan