Penyuluh Agama Islam di Bina Moderasi Beragama

  • Bagikan

Bogor (SS) – Kantor Kementerian Agama Kota Bogor menyelenggarakan Pembinaan Penyuluh Agama Islam se-Kota Bogor, bertempat di  Hotel  Pajajaran Suits BNR Kota Bogor, senin tanggal 14 Juni 2021  mengambil tema PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DAN WAWASAN KEBANGSAAN, adapun yang menjadi narasumber wakil Walikota Bogor, Kepala Kemenag Kota Bogor dan Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Bogor.

Kepala Kemenag Kota Bogor Ramlan Rustandi mengungkapkan Sikap moderasi beragama bukanlah merubah agama karena agama sudah sempurna dan Allah yang selau akan menjaganya.. “Tetapi moderasi beragama adalah bagaimana kita mencari dan memahami kebenaran agama agar tidak terlalu “rigid”, leterleck, apa adanya dan tanpa saringan,” kata Ramlan.

Lebih jauh dia mengungkapkan, Fenomena semakin banyak orang yang merasa “jenuh” beragama, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya orang orang “agnostik” orang yang percaya kepada TUHAN tapi tidak percaya kepada ” AGAMA “.

“Semakin banyaknya pemahaman agama “Tras Internasional” sehingga dalam memahami agama tidak lagi mengindahkan aspek sosiologi dan antropologi dimana mereka tinggal dan  berada,” bebernya.

Sedangkan, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Bogor Dr. Ade Sarmili mengatakan, Dengan kemajuan teknologi batasan negara hanya pada batasan teritorial tapi tidak bisa dibatasi pada aspek informasi, dunia seperti sebuah kampung yang dengan mudahnya orang mendapatkan informasi dari belahan dunia manapun bahkan tanpa sensor.

“Memahami agama tidak hanya dari ajaran akan tetapi orang lain memahami agama dari perilaku kita sehari hari. Jadilah kita menjadi orang yang menjadi penterjamah nilai nilai universal agama, sehingga orang yang berbeda agama dengan kita, melihat betapa agung nya nilai agama Islam dan cara  beragama kita,” kata Ade.

Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kemenag Kota Bogor dimana terus menjaga keharmonisan beragama di Kota Bogor, tentu dengan kegiatan moderasi beragama ini kualitas keagamaan di Kota Bogor tetap kondosif dan terjaga dengan baik.

“Kegiatan ini menjadi sebuah evaluasi bersama, bagaimana menjaga keharmonisan, dan yang utama bagaimana para penyuluh agama ini memberikan pemahaman keagamaan dengan baik sehingga kehidupan masyarakat kita tetap terjaga dengan baik, dan menghindari informasi-informasi keagamaan yang salah kepada masyarakat,” kata Dedie. (sob)

 

banner 120x600
  • Bagikan